Welcome to the journey!

Jumat, 12 Januari 2018

My Book in 2017

Kita ketemu lagi! Setelah lama vakum (lagi) akibat sibuknya dunia perkuliahan, saya sempatkan lagi untuk menulis blog lagi. Hitung-hitung untuk mengisi waktu libur yang cukup luang (hahaha). Dalam blog kali ini, buku menjadi hal yang ingin saya bahas.

Saya mau membahas sedikit tentang bagaimana buku dan saya memiliki ikatan. Saya termasuk tipe orang yang suka melihat buku, membeli buku, tapi malas membaca. Sering dari kecil saya tertarik dengan cover buku yang menarik tetapi akhirnya tidak saya baca. Baru pada awal masa SMA, saya mulai aktif membaca. Sudah 20 buku lebih yang saya tamatkan.

Tahun 2017 merupakan titik balik hubungan saya dengan buku. Melihat carut marutnya indonesia membuat saya sadar bahwa orang indonesia itu malas membaca. Maka dari itu, saya tidak mau ikut bodoh karena malas membaca. Saya memberanikan diri saya sendiri untuk membaca banyak buku di tahun 2017. Beberapa bulan terakhir bahkan, saya membaca 2-3 buku berbarengan agar lebih banyak buku yang bisa saya baca.

Kali ini, saya mau review beberapa buku yang saya baca di tahun 2017. Langsung sikat!

1. 1984 – George Orwell




1984, suatu judul yang cukup unik untuk sebuah buku. Novel karya George Orwell ini menceritakan tentang sebuah negara di tahun 1984. Di tahun itu, semua gerak-gerik masyarakat dipantau oleh pemerintah. Kekuasaan seorang “Big Brother” di novel ini begitu totaliter. Disamping totaliter, semua rakyat bisa jatuh cinta terhadap negara tersebut.

Buku ini awalnya saya beli karena melihat banyaknya beberapa review di medsos. Setelah itu, saya mulai googling di internet untuk melihat reviewnya. Setelah membeli dan membacanya, It’s amazing! Benar-benar buku yang punya plot twist yang keren! Dari buku ini, kita bisa banyak tahu bagaimana suatu pemerintahan menjalankan propaganda, membuat kebohongan, memantau gerak-gerik rakyatnya, agar semua rakyat bisa tunduk kepada pemerintah, sangat relevan denga kehidupan sekarang! Di novel ini, tokoh utama adalah salah satu warga yang merasa ada sebuah konspirasi dibalik pemerintahannya. Ketika saya membacanya, saya mengira cerita ini bakal menjadi sebuah kisah perlawanan terhadap sebuah rezim. Tetapi, saya dibuat terheran-heran dengan akhir cerita yang menurut saya bisa jadi mengecewakan ekspetasi sebelumnya. Novel ini membuat saya menyukai sad ending! Sangat dianjurkan membaca bagi pencinta konspirasi (hahaha).


2. Corat-Coret di Toilet – Eka Kurniawan




Buku ini sebenarnya hasil hunting di Togamas. Corat-Coret di Toilet sendiri adalah kumpulan cerpen dengan 12 cerita di dalamnya. Buku ini menjadi menarik dengan pemilihan katanya yang menurut saya agak nyeleneh. Banyak kritik sosial di dalamnya. Kita bisa menerawang tentang kejadian-kejadian di sekitar kita dengan membaca buku ini. Salah satu cerpen favorit saya dalam buku ini yaitu sesuai dengan judul buku, Corat-Coret di Toilet. Dalam cerpen ini, digambarkan keadaan sebuah toilet yang jorok penuh dengan coretan. Tetapi melalui coretan-coretan itu, terdapat kritik yang disampaikan. Dan yang membuat saya terngiang-ngiang dengan cerpen tersebut adalah kita bahkan lebih percaya corat-coret di toilet ketimbang kata-kata pejabat. Itu manis untuk diucapkan J


3. Catatan Seorang Demonstran – Soe Hok Gie



Buku satu ini katanya adalah buku yang wajib dimilki oleh seorang aktivis (hahaha). Catatan Seorang Demonstran berisi catatan harian atau diary dari seorang mahasiswa aktivis asal UI, Soe Hok Gie. Catatan hariannya memuat berbagai keluh kesah Soe Hok Gie dari bangku SMP hingga dunia perkuliahan. Yang menarik dari buku ini adalah kita seperti diajak mengikuti hari-hari Gie selama hidupnya. Jujur saja, saya butuh waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikan buku ini. Demonstrasi, pendakian gunung, organisasi kampus dan dunia percintaan menjadi hal menarik yang bisa kita ambil dari buku ini. Banyak kritik sosial yang langsung disampaikan oleh Gie di buku hariannya. Rekomendasi untuk kalian calon aktivis kampus.


4. Animal Farm – George Orwell



Lagi-lagi George Orwell membuat saya kagum dengan karyanya. Salah satu karyanya yang mendunia yaitu Animal Farm. Novel ini menceritakan tentang pemberontakan hewan-hewan di sebuah peternakan. Mereka akhirnya menjalankan peternakan dengan tangan mereka sendiri. Akan tetapi, seiring waktu mulai terjadi politik dalam kekuasaan di peternakan. Hal yang menarik dari novel ini adalah bagaimana George Orwell mampu mengemas cerita yang sebenarnya penuh politik menjadi sederhana dengan hewan sebagai tokoh utamanya. Dan sekali lagi, terjadi sad ending di novel ini. Bagi saya, novel ini ringan dibaca untuk orang yang malas membaca karena cuku tipis. Salah satu novel favorit saya.


5. Cerpen Pilihan Kompas 2014


Buku kumpulan cerpen menjadi salah satu buku yang  suka saya baca. Ceritanya yang variatif membuat saya tertarik untuk membacanya. Salah satu kumpulan cerpen favorit saya adalah buku Cerpen Pilihan Kompas 2014 dengan mengambil judul dari salah satu cerpennya, Di Tubuh Tarra dalm Rahim Pohon. Banyak cerita menarik di dalamnya. Salah satu favorit saya adalah Matinya Seorang Demonstran. Bisa coba dibaca bagi kalian yang mau mencoba menjadikan membaca sebagai hobi.


6. Penghancuran Buku dari masa ke masa – Fernando Baez


Cukup menarik saat pertama kali melihat judulnya. Dalam buku ini dijabarkan secara gamblang tentang bagaimana dari masa ke masa buku itu dihancurkan. Dari kekaisaran Mesir sampai zaman teknologi. Membaca buku ini saya akui cukup membosankan karena hanya menjabarkan sejarah penghancuran buku. Tetapi yang membuat saya menarik adalah banyak fakta-fakta yang belum saya tahu. For your information, di buku ini juga terdapat penghancuran buku yang terjadi di Indonesia. Semoga masyarakat Indonesia tidak anti dengan buku dan senang membaca.


7. Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta – Luis Sepulveda


Novel yang menurut saya menarik! Menceritakan seorang pria tua yang hanya senang membaca novel cinta. Simpel bukan ceritanya? Tetapi jalan ceritanya tidak sesederhana itu. Di dalam ceritanya, kita digiring masuk ke pedalaman Amazon. Novel ini barangkali buat saya makin mengerti hubungan kita dengan alam. “Pak Tua” untuk saya dalam novel ini menarik untuk diceritakan karena keahliannya bertahan hidup di hutan dan bagaimana dia bisa bersatu dengan alam.

Penerbit novel ini, Marjin Kiri, membuat banyak novel yang lumayan menarik untuk dibaca. Sekali lagi saya rekomendasikan untuk pembaca pemula.









Itulah beberapa buku-buku yang saya baca di tahun 2017. Sebenarnya, masih ada banyak buku yang saya beli di tahun 2017. Tetapi, banyak juga buku yang belum saya habiskan. Doakan saja makin banyak buku yang saya bisa baca di tahun 2018.


Pesan singkat untuk para pembaca, sering-sering lah membaca. Kamu bakal mengerti betapa pentingnya membaca ketika kamu melihat bagaimana keadaan yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh orang-orang yang tidak pernah membaca. Selamat menunaikan ibadah membaca, kawan!