Kita ketemu lagi! Setelah lama
vakum (lagi) akibat sibuknya dunia perkuliahan, saya sempatkan lagi untuk
menulis blog lagi. Hitung-hitung untuk mengisi waktu libur yang cukup luang (hahaha).
Dalam blog kali ini, buku menjadi hal yang ingin saya bahas.
Saya mau membahas sedikit tentang
bagaimana buku dan saya memiliki ikatan. Saya termasuk tipe orang yang suka
melihat buku, membeli buku, tapi malas membaca. Sering dari kecil saya tertarik
dengan cover buku yang menarik tetapi akhirnya tidak saya baca. Baru pada awal
masa SMA, saya mulai aktif membaca. Sudah 20 buku lebih yang saya tamatkan.
Tahun 2017 merupakan titik balik
hubungan saya dengan buku. Melihat carut marutnya indonesia membuat saya sadar
bahwa orang indonesia itu malas membaca. Maka dari itu, saya tidak mau ikut
bodoh karena malas membaca. Saya memberanikan diri saya sendiri untuk membaca
banyak buku di tahun 2017. Beberapa bulan terakhir bahkan, saya membaca 2-3
buku berbarengan agar lebih banyak buku yang bisa saya baca.
Kali ini, saya mau review
beberapa buku yang saya baca di tahun 2017. Langsung sikat!
1. 1984 – George Orwell
1984, suatu judul yang cukup unik
untuk sebuah buku. Novel karya George Orwell ini menceritakan tentang sebuah
negara di tahun 1984. Di tahun itu, semua gerak-gerik masyarakat dipantau oleh
pemerintah. Kekuasaan seorang “Big
Brother” di novel ini begitu totaliter. Disamping totaliter, semua rakyat
bisa jatuh cinta terhadap negara tersebut.
Buku ini awalnya saya beli karena
melihat banyaknya beberapa review di medsos. Setelah itu, saya mulai googling di internet untuk melihat
reviewnya. Setelah membeli dan membacanya, It’s
amazing! Benar-benar buku yang punya plot
twist yang keren! Dari buku ini, kita bisa banyak tahu bagaimana suatu
pemerintahan menjalankan propaganda, membuat kebohongan, memantau gerak-gerik
rakyatnya, agar semua rakyat bisa tunduk kepada pemerintah, sangat relevan
denga kehidupan sekarang! Di novel ini, tokoh utama adalah salah satu warga
yang merasa ada sebuah konspirasi dibalik pemerintahannya. Ketika saya
membacanya, saya mengira cerita ini bakal menjadi sebuah kisah perlawanan
terhadap sebuah rezim. Tetapi, saya dibuat terheran-heran dengan akhir cerita
yang menurut saya bisa jadi mengecewakan ekspetasi sebelumnya. Novel ini
membuat saya menyukai sad ending!
Sangat dianjurkan membaca bagi pencinta konspirasi (hahaha).
2. Corat-Coret di Toilet – Eka Kurniawan
Buku ini sebenarnya hasil hunting di Togamas. Corat-Coret di
Toilet sendiri adalah kumpulan cerpen dengan 12 cerita di dalamnya. Buku ini
menjadi menarik dengan pemilihan katanya yang menurut saya agak nyeleneh. Banyak kritik sosial di
dalamnya. Kita bisa menerawang tentang kejadian-kejadian di sekitar kita dengan
membaca buku ini. Salah satu cerpen favorit saya dalam buku ini yaitu sesuai
dengan judul buku, Corat-Coret di Toilet. Dalam cerpen ini, digambarkan keadaan
sebuah toilet yang jorok penuh dengan coretan. Tetapi melalui coretan-coretan
itu, terdapat kritik yang disampaikan. Dan yang membuat saya terngiang-ngiang
dengan cerpen tersebut adalah kita bahkan lebih percaya corat-coret di toilet
ketimbang kata-kata pejabat. Itu manis untuk diucapkan J
3. Catatan Seorang Demonstran – Soe
Hok Gie
Buku satu ini katanya adalah buku
yang wajib dimilki oleh seorang aktivis (hahaha). Catatan Seorang Demonstran
berisi catatan harian atau diary dari
seorang mahasiswa aktivis asal UI, Soe Hok Gie. Catatan hariannya memuat
berbagai keluh kesah Soe Hok Gie dari bangku SMP hingga dunia perkuliahan. Yang
menarik dari buku ini adalah kita seperti diajak mengikuti hari-hari Gie selama
hidupnya. Jujur saja, saya butuh waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikan
buku ini. Demonstrasi, pendakian gunung, organisasi kampus dan dunia percintaan
menjadi hal menarik yang bisa kita ambil dari buku ini. Banyak kritik sosial
yang langsung disampaikan oleh Gie di buku hariannya. Rekomendasi untuk kalian
calon aktivis kampus.
4. Animal Farm – George Orwell
Lagi-lagi George Orwell membuat
saya kagum dengan karyanya. Salah satu karyanya yang mendunia yaitu Animal
Farm. Novel ini menceritakan tentang pemberontakan hewan-hewan di sebuah
peternakan. Mereka akhirnya menjalankan peternakan dengan tangan mereka
sendiri. Akan tetapi, seiring waktu mulai terjadi politik dalam kekuasaan di
peternakan. Hal yang menarik dari novel ini adalah bagaimana George Orwell
mampu mengemas cerita yang sebenarnya penuh politik menjadi sederhana dengan
hewan sebagai tokoh utamanya. Dan sekali lagi, terjadi sad ending di novel ini. Bagi saya, novel ini ringan dibaca untuk
orang yang malas membaca karena cuku tipis. Salah satu novel favorit saya.
5. Cerpen Pilihan Kompas 2014
Buku kumpulan cerpen menjadi
salah satu buku yang suka saya baca. Ceritanya
yang variatif membuat saya tertarik untuk membacanya. Salah satu kumpulan
cerpen favorit saya adalah buku Cerpen Pilihan Kompas 2014 dengan mengambil
judul dari salah satu cerpennya, Di Tubuh Tarra dalm Rahim Pohon. Banyak cerita
menarik di dalamnya. Salah satu favorit saya adalah Matinya Seorang Demonstran.
Bisa coba dibaca bagi kalian yang mau mencoba menjadikan membaca sebagai hobi.
6. Penghancuran Buku dari masa ke
masa – Fernando Baez
Cukup menarik saat pertama kali
melihat judulnya. Dalam buku ini dijabarkan secara gamblang tentang bagaimana
dari masa ke masa buku itu dihancurkan. Dari kekaisaran Mesir sampai zaman
teknologi. Membaca buku ini saya akui cukup membosankan karena hanya menjabarkan
sejarah penghancuran buku. Tetapi yang membuat saya menarik adalah banyak
fakta-fakta yang belum saya tahu. For
your information, di buku ini juga terdapat penghancuran buku yang terjadi
di Indonesia. Semoga masyarakat Indonesia tidak anti dengan buku dan senang
membaca.
7. Pak Tua yang Membaca Kisah
Cinta – Luis Sepulveda
Novel yang menurut saya menarik! Menceritakan
seorang pria tua yang hanya senang membaca novel cinta. Simpel bukan ceritanya?
Tetapi jalan ceritanya tidak sesederhana itu. Di dalam ceritanya, kita digiring
masuk ke pedalaman Amazon. Novel ini barangkali buat saya makin mengerti
hubungan kita dengan alam. “Pak Tua” untuk saya dalam novel ini menarik untuk
diceritakan karena keahliannya bertahan hidup di hutan dan bagaimana dia bisa
bersatu dengan alam.
Penerbit novel ini, Marjin Kiri,
membuat banyak novel yang lumayan menarik untuk dibaca. Sekali lagi saya
rekomendasikan untuk pembaca pemula.
Itulah beberapa buku-buku yang
saya baca di tahun 2017. Sebenarnya, masih ada banyak buku yang saya beli di
tahun 2017. Tetapi, banyak juga buku yang belum saya habiskan. Doakan saja
makin banyak buku yang saya bisa baca di tahun 2018.
Pesan singkat untuk para pembaca,
sering-sering lah membaca. Kamu bakal mengerti betapa pentingnya membaca ketika
kamu melihat bagaimana keadaan yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh
orang-orang yang tidak pernah membaca. Selamat menunaikan ibadah membaca,
kawan!







0 komentar:
Posting Komentar