Pemilu: Boros APBN + Bikin Rusuh
Selamat malam, pemikir muda! Malam ini, saya ingin membicarakan tentang masalah pemilu yang akan segera dilangsukan di Indonesia. Pemilu di Indonesia dilakukan dalam kurun waktu 4 tahun sekali. Sejak tahun 2004, Pemilu diadakan pada setiap 9 April dan juga pemilihan presiden juga dilakukan pertama kali pada tahun 2004. Tapi, saya hanya akan membicarakan tentang pemilihan legislatif.Mungkin, yang hanya kita tahu tentang pemilihan legislatif adalah pemilihan wakil rakyat. Wakil rakyat? Mungkin saya lebih menyukai istilah 'wakil partai'. Bagaimana tidak? Dari kenyataan sebelum dan setelah pemilu, sangatlah berbeda. Sebelum pemilu, mereka berlomba-lomba memberi 'bukti' dan meyakinkan masyarakat untuk memilih mereka.Tetapi, setelah terpilih, yang perjuangkan hanya 'suara partai'. Sangat lucu memang, tapi itulah kenyataan dari pemilu di Indonesia. Selain itu juga, masalah yang terjadi adalah tentang keanggotaan DPR. Dari fakta yang beredar bahwa hampir 90% anggota DPR periode 2009-2014, mengikuti lagi pemilu legislatif 2014. Fakta yang mencengangkan sesungguhnya. Kita bisa lihat kinerja anggota DPR sekarang. Jika hampir seluruh anggota DPR sekarang terpilih lagi, hanya wajah-wajah lama yang akan mewakili 'suara' kita lagi. Tak bisa dibayangkan bagaimana kinerja DPR lagi ke depannya. Sungguh lucu negeri ini. Hal-hal percuma seperti ini juga membuat pengeluaran yang sia-sia bagi APBN. Biaya yang dikeluarkan sangat banyak hanya untuk memilih orang yang sama. Bukankah lebih baik tidak usah mengadakan pemilu legislatif agar tidak membuang-buang APBN? Ingin tertawa rasanya jika memikirkannya lagi. Mungkin, itulah kenyataan negeri kita dimana 'suara rakyat' tergantikan oleh 'suara partai'. Sekian dari saya hari ini. Tunggu pos saya 2 hari lagi. Konbawa!
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKalo gk ada pemilu gimana milih DPRnya sob ?.
BalasHapuslebih keren lagi klo ditambahin saran .. bukan asal kritik aje*Eaa..
BalasHapusSiap mas bro
Hapus