Jumat, 09 Mei 2014

Sekolah Kaca, Ajang Bermain, Belajar dan Berbagi



Sekolah Kaca merupakan kegiatan pelatihan jurnalistik bagi para calon reporter remaja rubrik Kaca di koran Kedaulatan Rakyat. Sekolah Kaca diadakan untuk setiap calon angkatan reporter remaja rubrik Kaca. Untuk calon reporter remaja rubrik Kaca angkatan 24 kali ini, Sekolah Kaca diadakan dari hari Kamis (9/5/14) sampai hari Minggu (11/5/14). Sekolah Kaca diadakan di kantor Kedaulatan Rakyat, lebih tepanya di pendopo kantor Keadulatan Rakyat. Dalam Sekolah Kaca ini juga, para angkatan sebelumnya ikut membimbing para calon reporter remaja ini dalam mengikuti Sekolah Kaca. Dalam Sekolah Kaca kali ini, banyak kegiatan-kegiatan bermanfaat yang dilakukan para calon reporter remaja rubrik Kaca dan para anggota angkatan sebelumnya yang dimulai dari pukul 16.00 sampai pukul 18.00.
            Sekolah Kaca dimulai dengan acara perkenalan. Masing-masing calon reporter remaja Kaca memperkenalkan namanya dan asal sekolah. Selanjutnya, para calon reporter remaja Kaca diminta untuk membuat sebuah tanda pengenal agar para senior bisa mengetahui masing-masing nama dari calon reporter remaja Kaca. Selain itu, calon reporter remaja Kaca juga di diingatkan soal tugas yang akan diberikan kepada mereka.
            Kegiatan Sekolah Kaca pun segera dimulai. Ada beberapa permainan yang diberikan oleh para senior kepada calon reporter remaja Kaca. Salah satunya adalah sambung kata. Di situ, mereka diminta untuk menyebutkan satu kata dari akhiran kata yang sebelumnya sudah diucapkan teman disebelahnya. Ada hukuman yang diberikan yaitu untuk bercerita dengan tema yang telah ditentukan. Kegiatan tersebut cukup menyenangkan bagi para calon reporter remaja Kaca karena disamping permainan, kegiatan tersebut juga dapat mempererat ikatan antar mereka.
            Acara pun berlanjut ke sesi yang lebih formal. Para calon reporter remaja Kaca diminta untuk menuliskan ide-ide untuk menjadi dasar sebuah tulisan. Mereka juga diminta membacakannya kepada teman-temannya. Di situ, mereka saling berbagi pikiran mereka tentang ide-ide yang telah dibacakan tadi. Ide yang tadinya hanya terbatas dapat berkembang menjadi luas karena mereka saling bertukar pikiran.
            Pelajaran pertama yang diberikan di Sekolah Kaca adalah tentang ide. Ide merupakan gagasan awal sebuah tulisan. Diajarkan juga bahwa ide tidak hanya sebatas satu pemikiran. Ide dapat juga kita kembangkan. Namun, tidak semua hasil pengembangan itu dapat kita ambil sebagai bahan penulisan. Dapat kita ambil pengembangan yang sekiranya dapat kita kembangkan menjadi tulisan. Contohnya, jika kita berbicara soal hijab. Pasti banyak hal yang bisa dikembangkan dari ide itu seperti tentang mode, agama, syariah, niat dan sebagainya. Mungkin kita bisa mengambil beberapa pengembangan seperti misalnya mode, agama dan niat. Dari situ, bisa kita kembangkan tulisan kita menjadi lebih menarik untuk dibaca.
            Banyak sekali hal-hal yang dapat dijadikan pelajaran dalam Sekolah Kaca ini. Para calon reporter remaja Kaca saling berbagi pemikirannya di Sekolah Kaca. Secara tidak langsung, mereka telah menambah pengetahuan dan pengalaman karena saling bertukar pikiran ini. Hal-hal seperti ini kelak yang diperlukan dalam penyusunan sebuah berita. Dalam penyusunan suatu berita, banyak ide dan pemikiran diantara sebuah tim. Jika ide-ide dan pemikiran-pemikiran itu tidak dapat dibagi secara baik, maka hasilnya pun percuma dalam penyusunan berita. Di. sini, mereka dilatih bagaimana sebuah ide dan pemikiran dapat dikembangkan dan juga dapat ditukar sesama kelompok.
            Selain juga tentang pelatihan, para calon reporter remaja Kaca juga diajak untuk membentuk suatu ikatan dengan teman-teman yang lain. Mereka secara tidak langsung juga diajarkan tentang kekeluargaan dan persahabtan yang erat. Hal seperti ini sangat mendukung dalam penyusunan berita kelak.
            Sekolah Kaca memang bukan sekedar pelatihan jurnalistik bagi remaja, tetapi juga sebagai ajang untuk para calon reporter remaja Kaca untuk bermain, belajar, dan berbagi dengan sekitar.

(Feature)

0 komentar:

Posting Komentar