Sekolah Kaca merupakan
kegiatan pelatihan jurnalistik bagi para calon reporter remaja rubrik Kaca di
koran Kedaulatan Rakyat. Sekolah Kaca diadakan untuk setiap calon angkatan
reporter remaja rubrik Kaca. Untuk calon reporter remaja rubrik Kaca angkatan
24 kali ini, Sekolah Kaca diadakan dari hari Kamis (9/5/14) sampai hari Minggu
(11/5/14). Sekolah Kaca diadakan di kantor Kedaulatan Rakyat, lebih tepanya di
pendopo kantor Keadulatan Rakyat. Dalam Sekolah Kaca ini juga, para angkatan
sebelumnya ikut membimbing para calon reporter remaja ini dalam mengikuti
Sekolah Kaca. Dalam Sekolah Kaca kali ini, banyak kegiatan-kegiatan bermanfaat
yang dilakukan para calon reporter remaja rubrik Kaca dan para anggota angkatan
sebelumnya yang dimulai dari pukul 16.00 sampai pukul 18.00.
Sekolah Kaca dimulai dengan acara perkenalan.
Masing-masing calon reporter remaja Kaca memperkenalkan namanya dan asal
sekolah. Selanjutnya, para calon reporter remaja Kaca diminta untuk membuat
sebuah tanda pengenal agar para senior bisa mengetahui masing-masing nama dari
calon reporter remaja Kaca. Selain itu, calon reporter remaja Kaca juga di
diingatkan soal tugas yang akan diberikan kepada mereka.
Kegiatan Sekolah Kaca pun segera dimulai. Ada beberapa
permainan yang diberikan oleh para senior kepada calon reporter remaja Kaca.
Salah satunya adalah sambung kata. Di situ, mereka diminta untuk menyebutkan
satu kata dari akhiran kata yang sebelumnya sudah diucapkan teman disebelahnya.
Ada hukuman yang diberikan yaitu untuk bercerita dengan tema yang telah
ditentukan. Kegiatan tersebut cukup menyenangkan bagi para calon reporter
remaja Kaca karena disamping permainan, kegiatan tersebut juga dapat mempererat
ikatan antar mereka.
Acara pun berlanjut ke sesi yang lebih formal. Para calon
reporter remaja Kaca diminta untuk menuliskan ide-ide untuk menjadi dasar
sebuah tulisan. Mereka juga diminta membacakannya kepada teman-temannya. Di
situ, mereka saling berbagi pikiran mereka tentang ide-ide yang telah dibacakan
tadi. Ide yang tadinya hanya terbatas dapat berkembang menjadi luas karena
mereka saling bertukar pikiran.
Pelajaran pertama yang diberikan di Sekolah Kaca adalah
tentang ide. Ide merupakan gagasan awal sebuah tulisan. Diajarkan juga bahwa
ide tidak hanya sebatas satu pemikiran. Ide dapat juga kita kembangkan. Namun,
tidak semua hasil pengembangan itu dapat kita ambil sebagai bahan penulisan.
Dapat kita ambil pengembangan yang sekiranya dapat kita kembangkan menjadi
tulisan. Contohnya, jika kita berbicara soal hijab. Pasti banyak hal yang bisa
dikembangkan dari ide itu seperti tentang mode, agama, syariah, niat dan
sebagainya. Mungkin kita bisa mengambil beberapa pengembangan seperti misalnya
mode, agama dan niat. Dari situ, bisa kita kembangkan tulisan kita menjadi
lebih menarik untuk dibaca.
Banyak sekali hal-hal yang dapat dijadikan pelajaran
dalam Sekolah Kaca ini. Para calon reporter remaja Kaca saling berbagi
pemikirannya di Sekolah Kaca. Secara tidak langsung, mereka telah menambah
pengetahuan dan pengalaman karena saling bertukar pikiran ini. Hal-hal seperti
ini kelak yang diperlukan dalam penyusunan sebuah berita. Dalam penyusunan
suatu berita, banyak ide dan pemikiran diantara sebuah tim. Jika ide-ide dan
pemikiran-pemikiran itu tidak dapat dibagi secara baik, maka hasilnya pun
percuma dalam penyusunan berita. Di. sini, mereka dilatih bagaimana sebuah ide
dan pemikiran dapat dikembangkan dan juga dapat ditukar sesama kelompok.
Selain juga tentang pelatihan, para calon reporter remaja
Kaca juga diajak untuk membentuk suatu ikatan dengan teman-teman yang lain.
Mereka secara tidak langsung juga diajarkan tentang kekeluargaan dan
persahabtan yang erat. Hal seperti ini sangat mendukung dalam penyusunan berita
kelak.
Sekolah Kaca memang bukan sekedar pelatihan jurnalistik
bagi remaja, tetapi juga sebagai ajang untuk para calon reporter remaja Kaca
untuk bermain, belajar, dan berbagi dengan sekitar.
(Feature)
0 komentar:
Posting Komentar