Jumat, 09 Mei 2014

Sekolah, Tempat Mencari Ilmu atau Tempat Mencari Gengsi?



Sekolah merupakan tempat orang-orang untuk mendapatkan pendidikan secara formal. Di sekolah, kita mendapatkan pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan apa saja yang bisa dipelajari di sekitar kita, mulai dari lingkungan, manusia, teknologi, moral dan sebagainya. Selain juga sebagai tempat menimba ilmu, sekolah juga merupakan salah satu saksi atau juga tempat kejadian dimana seorang anak menjadi lebih berkembang atau telah matang.
Namun, di zaman era globalisasi yang semunya serba menggunakan teknologi ini, sekolah-sekolah di Indonesia telah berubah juga menjadi sebuah komunitas sosial. Kenapa? Sekolah sekarang ini tidak lagi berfungsi utama sebagai tempat mencari ilmu, tetapi juga tempat ajang formalitas belaka para siswa, orang tua sisiwa, maupun guru. Orang di zaman sekarang tidak lagi memandang semua sekolah itu sama. Kadang, anak-anak yang akan masuk sekolah akan menimbang masuk sekolah dari ranking sekolah tersebut. Jika memang anaknya pintar, mungkin saja beruntung bias masuk ke negeri. Jika memang kemampuan akademiknya standar, orang tua mencarikan sekolah-sekolah swasta yang bertaraf internasional untuk anaknya mengenyam pendidikan. Nah, disini kita lihat bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengenyam pendidikan, tetapi juga sebagai tolak ukur sejauh mana baik dari sisi kemampuan akademik maupun juga kemampuan harta.
Selain juga sebagai alat tolak ukur, sekolah juga hanya menjadi alat gengsi. Mengapa? Sebagian dari kita pastinya malu ataupun gengsi jika masuk ke sekolah yang istilahnya tidak favorit dan juga tidak mempunyai prestasi yang banyak. Banyak dari kita akan berusaha sebisa mungkin untuk masuk sekolah yang favorit dan unggul. Dengan masuk sekolah yang favotit dan unggul, kita mungkin saja bisa merasa disegani dan mempunyai cukup percaya diri di masyarakat karena kita masuk sekolah favorit.
Nah, disini terjadi kekeliruan yang besar yang sedang terjadi di masyarakat. Sekolah sekarang ini mungkin saja sudah berubah fungsi yang tadinya tempat mencari ilmu menjadi tempat mencari gengsi.  Orang tua sering berpikir bahwa sekolah yang bagus bagi anaknya adalah sekolah yang terbilang favorit dan banyak prestasinya. Persepsi soal sekolah yang bagus ini yang sering disalah artikan oleh banyak orang tua. Merepa berpikir juga jika anaknya sekolah di sekolah yang tidak favorit maka anaknya tidak bisa menjadi lebih pintar.
Sebenarnya, semua sekolah adalah sama. Mereka semua mengajarkan mata pelajaran yang sama. Hampir semua sekolah juga mempunyai kualitas guru yang sama baiknya. Kurikulum yang digunakan kan juga tidak ada beda.
Mulai dari sini kita harus memandang sekolah daris segi tempat mencari ilmu. Sebenarnya, sekolah yang baik merupakan sekolah juga berawal dari para siswanya. Siwa yang dapat dengan rajin mencari ilmunya di sekolah pasti juga akan meningkatkan nama sekolah. Namun sekekali lagi, favorit ataupun tidak itu tidak penting. Ynag terpenting adalah bagaima orang tua dapat membimbing anaknya dalam mencari ilmu di sekolah, mau itu di sekolah favorit maupun di sekolah yang bisa dibilang tidak favorit. Semua itu sekali lagi kembali masing-masing anak yang mencari ilmu. Jika memang anak tersebut serius mencari ilmu, di sekolah yang tidak favorit sekalipun, tetap saja dia akan berhasil karena pada dasarnya bukan sekolah yang mempengaruhi seorang anak dalam keberhasilannya, namun seorang anak akan berhasil itu dilihat dari usaha dan niat anak dalam mencari ilmu untuk masa depannya.

1 komentar: